Tempat Penimbunan Berikat (TPB)

Tempat Penimbunan Berikat (TPB)

Tempat Penimbunan Berikat (TPB) adalah bangunan, tempat, atau kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu yang digunakan untuk menimbun barang dengan tujuan tertentu dengan mendapatkan penangguhan Bea Masuk. Tempat Penimbunan Berikat merupakan Kawasan Pabean dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Pemasukan Barang Ke TPB

Pemasukan barang ke Tempat Penimbunan Berikat dapat berasal dari :
a. luar Daerah Pabean;
b. Tempat Penimbunan Berikat lainnya; dan/atau
c. tempat lain dalam daerah pabean.

Pengeluaran Barang dari TPB

Barang dari Tempat Penimbunan Berikat dapat dikeluarkan ke :

  • luar Daerah Pabean
    Pengeluaran barang dari Tempat Penimbunan Berikat dengan tujuan ke luar Daerah Pabean berlaku ketentuan kepabeanan di bidang ekspor.
  • Tempat Penimbunan Berikat lainnya; dan/atau
  • tempat lain dalam daerah pabean.
    Atas penyerahan barang kena pajak dari Tempat Penimbunan Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean : a. terutang Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
    b. harus dibuatkan faktur pajak oleh pengusaha.
    c. berlaku ketentuan kepabeanan di bidang impor.
    Atas pengeluaran barang asal impor ke tempat lain dalam daerah pabean, harus dilakukan dengan menggunakan pemberitahuan pabean impor yang disampaikan oleh pengusaha Tempat Penimbunan Berikat

Pengusaha Tempat Penimbunan Berikat bertanggung jawab terhadap Bea Masuk dan pajak yang terutang atas barang yang ditimbun di Tempat Penimbunan Berikatnya.

Jasa kena pajak

Penyerahan jasa kena pajak dalam, ke dan/ atau dari Tempat Penimbunan Berikat :
-. dikenakan dan dipungut Pajak Pertambahan Nilai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.
Atas pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dan/atau jasa kena pajak dari luar Daerah Pabean di Tempat Penimbunan Berikat :
-. dikenakan dan dipungut Pajak Pertambahan Nilai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Bentuk Tempat Penimbunan Berikat (TPB) :

  1. Gudang Berikat
    Gudang Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor, dapat disertai 1 (satu) atau lebih kegiatan berupa pengemasan/pengemasan kembali, penyortiran, penggabungan (kitting), pengepakan, penyetelan, pemotongan, atas barang-barang tertentu dalam jangka waktu tertentu untuk dikeluarkan kembali.
  2. Kawasan Berikat
    Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor.
  3. Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat
    Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu, dengan atau tanpa barang dari dalam Daerah Pabean untuk dipamerkan.
  4. Toko Bebas Bea
    Toko Bebas Bea adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang asal impor dan/atau barang asal Daerah Pabean untuk dijual kepada orang tertentu.
  5. Tempat Lelang Berikat
    Tempat Lelang Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu untuk dijual secara lelang.
  6. Kawasan Daur Ulang Berikat
    Kawasan Daur Ulang Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan daur ulang limbah asal impor dan/atau asal Daerah Pabean sehingga menjadi produk yang mempunyai nilai tambah serta nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Pembekuan, Pemberlakuan Kembalai dan Pencabutan Izin

Izin penyelenggaraan Tempat Penimbunan Berikat dibekukan dalam hal , pihak yang melakukan penyelenggaraan TPB :
a. melakukan kegiatan yang menyimpang dari izin yang diberikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup; atau b. menunjukkan ketidakmampuan dalam penyelenggaraan Tempat Penimbunan Berikat.

Pembekuan izin penyelenggara Tempat Penimbunan Berikat, dapat diberlakukan kembali dalam hal :
a. tidak terbukti melakukan kegiatan yang menyimpang dari izin yang diberikan ; atau
b. telah mampu kembali menyelenggarakan Tempat Penimbunan Berikat.

Izin penyelenggara TPB yang dibekukan dapat diubah menjadi pencabutan, dalam hal :
a. terbukti telah melakukan kegiatan yang menyimpang dari izin yang diberikan; atau
b. tidak mampu lagi menyelenggarakan Tempat Penimbunan Berikat tersebut.

Izin pengusahaan di Tempat Penimbunan Berikat dibekukan dalam hal pihak yang melakukan pengusahaan :
a. melakukan kegiatan yang menyimpang dari izin yang diberikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup; atau b. menunjukkan ketidakmampuan dalam pengusahaan di Tempat Penimbunan Berikat.

Izin pengusahaan di Tempat Penimbunan Berikat yang dibekukan, dapat diberlakukan kembali dalam hal pengusaha di Tempat Penimbunan Berikat :
a. tidak terbukti melakukan kegiatan yang menyimpang dari izin yang diberikan; atau
b. telah mampu kembali melakukan pengusahaan di Tempat Penimbunan Berikat.

Izin yang dibekukan dapat diubah menjadi pencabutan dalam hal pengusaha di Tempat Penimbunan Berikat :
a. terbukti telah melakukan kegiatan yang menyimpang dari izin yang diberikan; atau
b. tidak mampu lagi melakukan pengusahaan Tempat Penimbunan Berikat tersebut.

Penetapan Tempat Penimbunan Berikat dan izin penyelenggaraan atau pengusahaan di Tempat Penimbunan Berikat dicabut dalam hal penyelenggara dan/atau pengusaha Tempat Penimbunan Berikat:
a. tidak melakukan kegiatan dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan secara terus menerus;
b. dinyatakan pailit;
c. izin usaha yang dimilikinya tidak berlaku lagi;
d. bertindak tidak jujur dalam usahanya; atau e. mengajukan permohonan pencabutan.

Dalam hal izin Tempat Penimbunan Berikat dicabut, penyelenggara dan/atau pengusaha Tempat Penimbunan Berikat dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pencabutan izin harus:
a. melunasi semua Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor yang terutang;
b. mengekspor kembali barang yang masih ada di Tempat Penimbunan Berikat; atau
c. memindahkan barang yang masih ada di Tempat Penimbunan Berikat ke Tempat Penimbunan Berikat lain.

Semoga bermanfaat.
BACA JUGA : Tatalaksana Kepabeanan Bidang Impor

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares