Tempat Lelang Berikat

Tempat Lelang Berikat

Tempat Lelang Berikat

Tempat Lelang Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu untuk dijual secara lelang.

Penyelenggaraan dan Pengusahaan

Di dalam Tempat LelangBerikat dilakukan penyelenggaraan dan pengusahaan Tempat LelangBerikat, yang :
dilakukan oleh penyelenggara sekaligus pengusaha yang berbadan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Perlakuan Kepabeanan dan Perpajakan

  1. Barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean ke Tempat Lelang Berikat :
    a. diberikan penangguhan Bea Masuk; dan
    b. tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor.
  2. Barang yang dimasukkan dari tempat lain dalam daerah pabean ke Tempat LelangBerikat :
    Tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
    Terhadap pemasukan barang dari tempat lain dalam daerah pabean ke Tempat LelangBerikat :
    Pengusaha di tempat lain dalam daerah pabean wajib membuat Faktur Pajak yang dibubuhi cap Pajak Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah tidak dipungut.
  3. Dalam hal barang asal impor dikeluarkan ke tempat lain dalam daerah pabean dengan tujuan diimpor untuk dipakai :
    Pengusaha Tempat LelangBerikat wajib melunasi Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor.
    Atas penyerahan barang lelang dari Tempat LelangBerikat ke tempat lain dalam daerah pabean :
    Pengusaha Tempat LelangBerikat wajib membuat faktur pajak dan memungut Pajak Pertambahan Nilai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Penyelenggara Sekaligus Pengusaha Tempat Lelang Berikat

Penetapan tempat sebagai Tempat LelangBerikat dan pemberian izin penyelenggara sekaligus pengusaha Tempat LelangBerikat untuk jangka waktu tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
Untuk mendapatkan penetapan dan izin, pihak yang akan menjadi penyelenggara merangkap sebagai pengusaha Tempat LelangBerikat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan suatu tempat atau bangunan yang mempunyai batas-batas yang jelas berikut peta lokasi/tempat dan rencana tata letak/denah yang akan dijadikan TempatLelang Berikat;
  • memiliki Surat Izin Tempat Usaha, Dokumen Lingkungan Hidup, Surat Izin Usaha Lelang, dan izin lainnya dari instansi teknis terkait; dan
  • telah melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan.

Semoga bermanfaat.
BACA JUGA : Tatalaksana Audit Kepabeanan Cukai

Tempat Lelang Berikat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *