Tatacara Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor

Tatacara Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor

Pemeriksaan fisik barang ekspor adalah pemeriksaan pabean yang ditujukan untuk mengetahui pemenuhan ketentuan tentang pemberitahuan mengenai :
a. jumlah, jenis, dan identitas barang yang diekspor
b. pemenuhan Bea Keluar, untuk barang ekspor yang terkena pungutan bea keluar
c. pemenuhan ketentuan larangan dan pembatasan di bidang ekspor.

Terhadap EksporBarang dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara selektif berdasarkan manajemen resiko. Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap :

  1. Barang Ekspor yang akan diimpor kembali;
  2. Barang Ekspor yang pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali;
  3. Barang Ekspor yang mendapat fasilitas pembebasan dan/atau fasilitas pengembalian;
  4. Barang Ekspor yang dikenakan Bea Keluar;
  5. Barang Ekspor yang berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak menunjukkan adanya indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang perpajakan; atau
  6. Barang Ekspor yang berdasarkan hasil analisis atas informasi yang diperoleh dari Unit Pengawasan menunjukkan adanya indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan.

Pemeriksaan Fisik dapat dilaksanakan di :

  • Kawasan Pabean di tempat pemuatan, tempat penimbunan sementara, tempat penimbunan pabean atau tempat penimbunan berikat
  • gudang eksportir
  • tempat lain yang digunakan eksportir untuk menyimpan barang ekspor atas ijin Kepala Kantor Pabean

Tatacara Pemeriksaan Fisik Barang Ekspor :

1. Pejabat Pemeriksa Dokumen atau Sistem Komputer Pelayanan (SKP) di Kantor Pabean pemuatan mengirimkan Pemberitahuan Pemeriksaan Barang (PPB) kepada eksportir, dalam hal barang ekspor dilakukan pemeriksaan fisik.

2. Dalam hal barang ekspor telah siap dilakukan pemeriksaan fisik, eksportir atau kuasanya mengirimkan Pemberitahuan Kesiapan Barang (PKB).

3. Pejabat Pemeriksa Barang melakukan pemeriksaan fisik dan menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang di lembar hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB dan/atau merekam hasil pemeriksaan fisik barang ke Sistem Komputer Pelayanan.

Dalam hal hasil pemeriksaan fisik barang kedapatan jumlah dan/atau jenis barang sesuai :

  • Pejabat Pemeriksa Barang menerbitkan NPE, dalam hal Barang Ekspor tidak termasuk barang yang dilarang atau dibatasi atau termasuk barang yang dilarang atau dibatasi tetapi persyaratan ekspornya telah dipenuhi;
  • Pejabat Pemeriksa Barang menyerahkan PEB dan hasil pemeriksaan fisik barang serta dokumen pelengkap pabean kepada Pejabat Pemeriksa Dokumen untuk diterbitkan NPE setelah semua persyaratan ekspor dipenuhi, dalam hal Barang Ekspor termasuk barang yang dilarang atau dibatasi;
  • Pejabat Pemeriksa Dokumen melakukan penelitian perhitungan Bea Keluar, dalam hal Barang Ekspor dikenakan Bea Keluar.

Dalam hal hasil pemeriksaan fisik barang kedapatan jumlah dan/atau jenis barang tidak sesuai, terhadap :

  • Barang Ekspor yang akan diimpor kembali, Pejabat Pemeriksa Dokumen menerbitkan nota pembetulan;
  • Barang Ekspor yang pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali, Pejabat Pemeriksa Dokumen menerbitkan nota pembetulan dan menyerahkan dokumen ekspor yang di dalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik barang dengan dilampiri nota pembetulan kepada Pejabat Bea dan Cukai yang menangani administrasi impor sementara untuk dilakukan penelitian lebih lanjut;
  • Barang Ekspor yang mendapat fasilitas Pembebasan dan/atau fasilitas Pengembalian, Pejabat Pemeriksa Dokumen menerbitkan nota pembetulan dan menyerahkan dokumen ekspor yang di dalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik dengan dilampiri nota pembetulan kepada Unit Pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut;
  • Barang Ekspor yang dikenakan Bea Keluar, Pejabat Pemeriksa Dokumen menyerahkan dokumen yang di dalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik kepada Unit Pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut; dan/atau
  • Barang Ekspor yang termasuk barang yang dilarang atau dibatasi, Pejabat Pemeriksa Dokumen menyerahkan dokumen yang di dalamnya sudah dicantumkan hasil pemeriksaan fisik kepada Unit Pengawasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

4. Untuk mendapatkan keakuratan identifikasi Barang Ekspor, Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat melakukan uji aboratorium. Dalam hal dilakukan uji laboratorium , Pejabat Pemeriksa Dokumen menerbitkan NPE setelah diterbitkannya hasil uji laboratorium.

5. Dalam hal hasil uji laboratorium kedapatan sesuai, Pejabat Pemeriksa Dokumen menyerahkan dokumen ekspor dilampiri dengan hasil uji laboratorium kepada Pejabat Bea dan Cukai yang menangani distribusi dokumen. Selanjutnya Pejabat Pemeriksa dokumen akan menerbitkan NPE.

6. Dalam hal hasil uji laboratorium kedapatan tidak sesuai :

  • Pejabat Pemeriksa Dokumen menerbitkan nota pembetulan, untuk barang ekspor yang tidak terkena bea keluar.
  • Pejabat Pemeriksa Dokumen melakukan penetapan penghitungan Bea Keluar dan menerbitkan SPPBK, untuk barang yang terkena bea keluar

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares