Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk

Nilai Pabean Barang Impor. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Dan atas barang yang dimpor terutang bea masuk. Dasar untuk perhitungan Bea Masuk dan pungutan dalam rangka impor lainnya, adalah nilai pabean dari barang bersangkutan. Sedangkan nilai pabean untuk penghitungan bea masuk ditentukan berdasarkan nilai transaksi dari barang impor yang bersangkutan.

Dalam sistem self assesment, importir secara mandiri memberitahukan data barang yang diimpor termasuk menghitung sendiri pungutan yang mesti dibayar. Sehingga pemberitahuan nilai pabean oleh importir harus tepat sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesalahan dalam memberitahukan nilai pabean sehingga mengakibatkan terjadinya kekurangan pembayaran Bea Masuk dan Pajak dalam rangka impor, maka importir :
a. wajib membayar Bea Masuk dan PDRI yang dikurang dibayar
b. dikenakan sanksi administrasi berupa denda.

Nilai Pabean untuk perhitungan bea masuk mengacu kepada WTO Valuation Agreement, dengan menggunakan 6 (enam) metode harus diterapkan secara hierarki, yaitu :

(1) Nilai Transaksi Barang Bersangkutan

Yang dimaksud dengan nilai transaksi adalah harga yang sebenarnya atau yang seharusnya dibayar dari barang yang dijual untuk diekspor ke dalam Daerah Pabean ditambah dengan biaya-biaya tertentu, sepanjang biaya-biaya tertentu tersebut belum termasuk dalam harga yang sebenarnya atau yang seharusnya dibayar.
Harga yang sebenarnya dibayar (price actually paid) adalah harga barang yang pada waktu barang tersebut diimpor (diserahkan pemberitahuan pabean impornya kepada Kantor Pabean) telah dibayar / dilunasi oleh pembeli.
Sedangkan yang dimaksud dengan harga yang seharusnya dibayar (payable) adalah harga barang tersebut pada waktu diimpor (diserahkan pemberitahuan pabeannya kepada Kantor) belum dibayar/ dilunasi oleh pembeli yang bersangkutan.

Harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya merupakan total pembayaran atas barang yang diimpor, yang telah dibayar atau akan dibayar oleh pembeli kepada penjual atau untuk kepentingan penjual.
Harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar, dapat memperhitungkan unsur diskon sesuai dengan kewajaran dalam praktek perdagangan.

Biaya yang harus ditambahkan pada harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar, meliputi :

  1. biaya yang dibayar oleh pembeli yang belum tercantum dalam harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar berupa :
    a. komisi dan jasa, kecuali komisi pembelian;
    b. biaya pengemas, dan pengemas tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan barang bersangkutan;
    c. biaya pengepakan meliputi biaya material dan upah tenaga kerja pengepakan
  2. Assist, nilai dari barang dan jasa yang dipasok secara langsung atau tidak langsung oleh pembeli dengan cuma-cuma atau dengan harga yang diturunkan, untuk kepentingan produksi dan penjualan untuk ekspor barang impor yang bersangkutan, sepanjang nilai tersebut belum termasuk dalam harga yang sebenarnya dibayar atau seharusnya dibayar., berupa :
    a. material, komponen, bagian, dan barang-barang sejenis yang terkandung dalam barang impor;
    b. peralatan, cetakan, dan barang-barang yang sejenis yang digunakan untuk pembuatan barang impor;
    c. material yang digunakan dalam pembuatan barang impor;
    d. teknik, pengembangan, karya seni, desain, perencanaan, dan sketsa yang dilakukan di luar daerah pabean
  3. royalti dan biaya lisensi yang harus dibayar oleh pembeli secara langsung atau tidak langsung sebagai persyaratan jual beli barang impor yang dinilai, sepanjang royalti dan biaya lisensi tersebut belum termasuk dalam harga yang sebenarnya dibayar dari barang impor yang bersangkutan;
  4. Proceed, nilai setiap bagian dari hasil/pendapatan yang diperoleh pembeli untuk disampaikan secara langsung atau tidak langsung kepada penjual, atas penjualan, pemanfaatan, atau pemakaian barang impor yang bersangkutan;
  5. biaya transportasi barang impor yang dijual untuk diekspor ke pelabuhan atau tempat impor di daerah pabean; pada umumnya tercantum pada dokumen pengangkutan, seperti BlL atau AWB dari barang impor bersangkutan.
  6. biaya pemuatan, pembongkaran, dan penanganan yang berkaitan dengan pengangkutan barang impor ke pelabuhan atau tempat impor di daerah pabean, yang belum termasuk dalam biaya transportasi (freight).
  7. biaya asuransi adalah biaya penjaminan pengangkutan barang dari tempat ekspor di luar negeri ke tempat impor di Daerah Pabean. Pada umumnya dibuktikan oleh dokumen asuransi berupa antara lain sertifikat asuransi, polis asuransi atau open policy. Tanggal dokumen asuransi harus sebelum atau selambat-lambatnya pada saat tanggal pengiriman.

Tidak termasuk biaya yang harus ditambahkan dalam harga yang sebenernya atau seharusnya dibayar, adalah biaya-biaya sebagai berikut :

  • biaya yang terjadi dari kegiatan yang dilakukan oleh pembeli untuk kepentingannya sendiri;
  • biaya-biaya yang secara tegas dapat dibedakan dari harga yang sebenarnya dibayar atau seharusnya dibayar yang terjadi setelah pengimporan barang;
  • dividen; dan/atau
  • bunga.

Persyaratan nilai Transaksi
Nilai transaksi dapat diterima sebagai nilai pabean sepanjang memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pemanfaatan atau pemakaian barang impor selain pembatasan-pembatasan yang :
    a. diberlakukan atau diharuskan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalam Daerah Pabean;
    d. membatasi wilayah geografis tempat penjualan kembali barang yang bersangkutan; atau
    c. tidak mempengaruhi nilai barang secara substansial;
  2. tidak terdapat persyaratan atau pertimbangan yang diberlakukan terhadap transaksi atau nilai barang impor yang mengakibatkan nilai barang impor yang bersangkutan tidak dapat ditentukan nilai pabeannya;
  3. tidak terdapat proceeds yang harus diserahkan oleh pembeli kepada penjual, kecuali proceeds tersebut dapat ditambahkan pada harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar; dan
  4. tidak terdapat hubungan antara penjual dan pembeli, yang mempengaruhi harga barang.

(2). Nilai Transaksi Barang Identik

Dalam hal nilai pabean untuk penghitungan bea masuk tidak dapat ditentukan berdasarkan nilai transaksi barang bersangkutan, nilai pabean untuk penghitungan bea masuk ditentukan berdasarkan nilai transaksi barang dari barang identik.
Barang identik adalah barang yang sama dalam segala hal, setidak-tidaknya karakteristik fisik, kualitas, dan reputasinya sama. Perbedaan-perbedaan kecil dalam penampilan tidak mempengaruhi penetapan barang tersebut sebagai barang identik.
Dalam hal tidak terdapat barang identik yang diproduksi oleh perusahaan yang sama dapat dipergunakan barang identik yang diproduksi oleh perusahaan yang berbeda.

Nilai transaksi barang identik digunakan sebagai dasar penentuan nilai pabean sepanjang memenuhi persyaratan :

  • berasal dari pemberitahuan pabean impor yang nilai pabeannya telah ditentukan berdasarkan nilai transaksi;
  • tanggal Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB)-nya sama atau dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum atau sesudah tanggal B/L atau AWB barang impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya; dan
  • tingkat perdagangan dan jumlah barangnya sama dengan tingkat perdagangan dan jumlah barang impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya.

(3). Nilai Transaksi Barang Serupa

Dalam hal nilai pabean untuk penghitungan bea masuk tidak dapat ditentukan berdasarkan nilai transaksi barang identik , nilai pabean untuk penghitungan bea masuk ditentukan berdasarkan nilai transaksi dari barang serupa.
Barang serupa adalah barang yang walaupun tidak sama dalam segala hal tetapi memiliki karakteristik dan komponen material sama, sehingga dapat menjalankan fungsi yang sama dan secara komersial dapat dipertukarkan. Kualitas, reputasi dan merek barang merupakan faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah suatu barang disebut sebagai barang serupa.
Dalam hal tidak terdapat barang serupa yang diproduksi oleh perusahaan yang sama dapat dipergunakan barang serupa yang diproduksi oleh perusahaan yang berbeda.

Nilai transaksi barang serupa digunakan untuk dasar penentuan nilai pabean sepanjang memenuhi syarat :

  • berasal dari pemberitahuan pabean impor yang nilai pabeannya telah ditentukan berdasarkan nilai transaksi;
  • tanggal Bill of Lading (B/L) atau Airway Bill (AWB)-nya sama atau dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum atau sesudah tanggal B/L atau AWB barang impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya; dan
  • tingkat perdagangan dan jumlah barangnya sama dengan tingkat perdagangan dan jumlah barang impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya.

(4) Metode Deduksi

Penetapan nilai pabean berdasarkan Metode Deduksi harus menggunakan harga satuan dari barang impor bersangkutan, barang identik atau barang serupa yang laku terjual dalam jumlah terbanyak (the greatest aggregate quantity) di pasaran dalam Daerah Pabean.

Metode deduksi adalah metode penentuan nilai pabean barang impor berdasarkan harga satuan yang terjadi dari
penjualan oleh importir di pasar dalam Daerah Pabean atas :
a. barang impor yang bersangkutan;
b. barang identik; atau
c. barang serupa,
dengan kondisi sebagaimana saat diimpor, serta dikurangi biaya-biaya yang terjadi setelah pengimporan.

Harga satuan yang digunakan sebagai dasar penghitungan metode deduksi, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • harga satuan diperoleh dari penjualan di pasar dalam Daerah Pabean yang antara penjual dan pembeli tidak saling berhubungan dan terjadi pada tanggal yang sama atau dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum atau sesudah tanggal pendaftaran pemberitahuan pabean impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya;
  • merupakan harga satuan dari barang impor yang bersangkutan, barang identik atau barang serupa yang terjual dalam jumlah terbanyak;
  • dalam hal tidak terdapat penjualan yang terjadi dalam jangka waktu 30 hari, harga satuan diperoleh daripenjualan yang terjadi setelah tanggal pemberitahuan pabean impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya, paling lama dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal pengimporan barang yang harga satuannya akan digunakan untuk menentukan nilai pabean; dan
  • bukan merupakan penjualan di pasar dalam Daerah Pabean atas barang impor yang bersangkutan, barang identik atau barang serupa kepada pihak pembeli yang memasok nilai barang dan jasa, untuk pembuatan barang impor yang bersangkutan.

Nilai pabean dengan metode deduksi ditentukan dengan mengurangi harga satuan dengan biaya-biaya tertentu yang terjadi setelah pengimporan, yaitu :

  • komisi atau keuntungan dan pengeluaran umum atas penjualan barang impor di pasar dalam Daerah Pabean;
  • biaya transportasi, asuransi, biaya pemuatan, biaya pembongkaran dan biaya lainnya yang ditanggung oleh pembeli setelah barang impor tiba di pelabuhan tujuan di dalam Daerah Pabean; dan/atau
  • bea masuk, cukai, dan pajak dalam rangka impor.

(5) Metode Komputasi

Penggunaan metode komputasi dibatasi :
a. Penjual dan pembeli saling berhubungan.
b. Produsen bersedia memberikan informasi berupa data-data pembentuk harga barang impor bersangkutan.
c. Produsen memberikan fasilitas untuk pemeriksaan lebih lanjut yang diperlukan.

Metode komputasi adalah metode penentuan nilai pabean dengan cara menjumlahkan unsur-unsur pembentuk nilai pabean barang impor yang bersangkutan, yaitu :

  • biaya atau harga bahan baku dan proses pembuatan atau proses lainnya yang dilakukan dalam memproduksi barang impor yang bersangkutan;
  • keuntungan dan pengeluaran umum yang besarnya sama atau mendekati keuntungan dan pengeluaran umum penjualan barang sejenis yang dibuat oleh produsen di negara pengekspor untuk dikirim ke dalam Daerah Pabean;
  • biaya transportasi sampai dengan pelabuhan tujuan di dalam Daerah Pabean, termasuk biaya pemuatan, pembongkaran, penanganan; dan
  • biaya asuransi pengangkutan barang sampai dengan pelabuhan tujuan di dalam Daerah Pabean.

(6). Metode Pengulangan (Fallback)

Metode pengulangan (fallback) adalah metode untuk menghitung nilai pabean, dengan cara mengulang kembali prinsip dan ketentuan Nilai Pabean, dilakukan dengan menggunakan tata cara yang wajar dan konsisten, yang diterapkan secara fleksibel dan berdasarkan data yang tersedia di dalam Daerah Pabean dengan pembatasan tertentu.

Dalam menetapkan nilai pabean menggunakan Metode Pengulangan (fallback), sedapat mungkin berdasarkan pada nilai pabean yang pernah ditetapkan sebelumnya.
Dalam menggunakan Metode Pengulangan (fallback) harus mengikuti urutan penentuan nilai pabean sesuai hierarkinya, dimana penggunaan Nilai Transaksi yang diterapkan secara fleksibel lebih diutamakan dari pada penggunaan nilai transaksi barang identik yang diterapkan secara fleksibel, dan seterusnya.

Semoga bermanfaat.
BACA JUGA : Tatatalaksana Audit Bea dan Cukai

Nilai Pabean Barang Impor

1 thought on “Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk”

  1. Pingback: Penelitian Tarif Nilai Pabean. Pejabat Bea Cukai melakukan penelitian Tarif

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares