Pajak Atas Barang Impor

Mengenal Jenis-Jenis Pajak Atas Barang Impor

Pajak Atas Barang Impor

Pajak atas barang impor. Bagi pembaca yang sudah terbiasa dengan kegiatan impor tentunya sudah tidak asing lagi dengan kewajiban perpajakan terkait dengan impor. Namun seiring dengan meningkatnya volume transaksi impor barang, dan banyaknya pelaku bisnis baru yang inging menjalankan bisnis impor barang maka pengetahuan tentang pajak atas barang impor menjadi sangat penting.

Bagi pembaca yang yang ingin atau sedang belajar impor , yuks kita pelajari tentang jenis-jenis pajak atas barang impor.

Berikut ini jenis-jenis pajak atas barang impor dan penjelasannya :

  1. Bea Masuk
    Besarnya tarif bea masuk sesuai tarif yang berlaku berdasarkan klasifikasi barang dalam Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI)
    Cara perhitungannya :
    % bea masuk x nilai pabean ( harga CIF x NDPBM/kurs )
  2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
    Besarnya tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) umumnya 10%
    Cara perhitungannya :
    10% x nilai impor
    Nilai impor = Bea Masuk + nilai pabean (CIF x Kurs)
  3. Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM)
    Dikenakan atas barang yang dikategorikan sebagai barang mewah.
    Tarifnya sesuai ketentuan yang berlaku
  4. Pajak Penghasilan Pasal 22 (PPh 22)
    Besarnya tarif Pajak Penghasilan Pasal 22, bervariasi mulai 2,5% sampai dengan 10%. Bisa dilihat dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor …..
    Cara perhitungannya :
    % PPh Pasal 22 x nilai impor
    Nilai impor = Bea Masuk + nilai pabean (CIF x Kurs)

Pajak impor selain BM dan PDRI

Selain jenis pajak tersebut masih ada pungutan lainnya, sifatnya tambahan, tujuannya untuk melindungi industri dalam negeri, dikenakan insidentil sesuai kebutuhan. Apa saja itu ?

1. Bea Masuk Antidumping
Dikenakan terhadap barang impor dalam hal harga ekspor dari barang tersebut lebih rendah dari nilai normalnya dan impor barang tersebut :
-. menyebabkan kerugian terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang tersebut
-. mengancam terjadinya kerugian terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang tersebut
-. menghalangi pengembangan industri barang sejenis di dalam negeri.

2. Bea Masuk Imbalan
Dikenakan terhadap barang impor dalam hal ditemukan adanya subsidi yang diberikan di negara pengekspor terhadap barang tersebut dan impor barang tersebut :
-. menyebabkan kerugian terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang tersebut
-. mengancam terjadinya kerugian terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang tersebut
-. menghalangi pengembangan industri barang sejenis di dalam negeri.

3. Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP)
Dapat dikenakan terhadap barang impor dalam hal terdapat lonjakan barang impor terhadap barang produksi dalam negeri yang sejenis dan lonjakan barang impor tersebut :
-. menyebabkan kerugian serius terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang tersebut
-. mengancam terjadinya kerugian serius terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dan/atau barang yang secara langsung bersaing.

4. Bea Masuk Pembalasan
Dikenakan terhadap barang impor yang berasal dari negara yang memperlakukan barang ekspor Indonesia secara diskriminatif.

Bagi Anda yang berbisnis barang impor, semoga selalu diberikan kemudahan dan kesuksesan. Amin.
Semoga bermanfaat. Baca juga : Tatalaksana Kepabeanan di Bidang Impor

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares