Kawasan Daur Ulang Berikat

Kawasan Daur Ulang Berikat

Kawasan Daur Ulang Berikat

Kawasan Daur Ulang Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan daur ulang limbah asal impor dan/atau asal Daerah Pabean sehingga menjadi produk yang mempunyai nilai tambahserta nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Penyelenggaraan dan Pengusahaan

Di dalam Kawasan Daur Ulang Berikat dilakukan penyelenggaraan dan pengusahaan KawasanDaur UlangBerikat.
Penyelenggaraan Kawasan Daur UlangBerikat dilakukan oleh penyelenggara yang berbadan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.
Penyelenggara KawasanDaur UlangBerikat melakukan kegiatan menyediakan dan mengelola kawasan untuk kegiatan pengusahaan KawasanDaur Ulang Berikat.
Dalam 1 (satu) penyelenggaraan KawasanDaur Ulang Berikat dapat dilakukan 1 (satu) atau lebih pengusahaan KawasanDaur Ulang Berikat.
Pengusahaan Kawasan DaurUlang Berikat dilakukan oleh :
a. pengusaha Kawasan DaurUlang Berikat; atau
b. pengusaha di KawasanDaur Ulang Berikat merangkap sebagai penyelenggara di KawasanDaur Ulang Berikat.

Pengusaha KawasanDaur Ulang Berikat atau pengusaha di KawasanDaur Ulang Berikat merangkap sebagai penyelenggara di KawasanDaur Ulang Berikat melakukan kegiatan menimbun barang impor dalam jangka waktu tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan pengolahan berupa proses daur ulang limbah asal impor dan/atau asal Daerah Pabean dengan mempergunakan teknologi yang telah disetujui oleh kementerian yang menangani masalah lingkungan hidup sehingga menjadi produk yang mempunyai nilai tambah serta nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pengusaha Kawasan Daur Ulang Berikat atau pengusaha di Kawasan Daur Ulang Berikat merangkap sebagai penyelenggara di KawasanDaur UlangBerikat harus berbadan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Perlakuan Kepabeanan dan Perpajakan

  1. Barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean ke Kawasan Daur Ulang Berikat:
    a. diberikan penangguhan Bea Masuk; dan/atau
    b. tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor.
  2. Barang yang dimasukkan dari Tempat Penimbunan Berikat ke KawasanDaur Ulang Berikat :
    a. diberikan penangguhan Bea Masuk; dan/atau
    b. tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor.
    Terhadap pemasukan barang dari Tempat Penimbunan Berikat ke KawasanDaur Ulang Berikat, pengusaha Tempat Penimbunan Berikat wajib membuat faktur pajak yang dibubuhi cap Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah tidak dipungut.
  3. Terhadap pemasukan barang dari tempat lain dalam daerah pabean ke KawasanDaur Ulang Berikat tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Terhadap pemasukan barang dari tempat lain dalam daerah pabean ke KawasanDaur Ulang Berikat, pengusaha di tempat lain dalam daerah pabean wajib membuat faktur pajak dengan dibubuhi cap Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah tidak dipungut.
  4. Dalam hal barang hasil produksi yang dihasilkan oleh pengusaha KawasanDaur Ulang Berikat dan pengusaha di KawasanDaur Ulang Berikat dikeluarkan ke tempat lain dalam daerah pabean dengan tujuan diimpor untuk dipakai, pengusaha KawasanDaur Ulang Berikat dan pengusaha di KawasanDaur Ulang Berikat wajib melunasi Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor.
    Atas penyerahan barang dari Kawasan DaurUlang Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean, pengusaha Kawasan DaurUlang Berikat dan pengusaha di Kawasan DaurUlang Berikat wajib membuat faktur pajak dan memungut Pajak Pertambahan Nilai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Penyelenggara Kawasan Daur Ulang Berikat

Penetapan tempat sebagai Kawasan DaurUlang Berikat dan pemberian izin penyelenggara Kawasan DaurUlang Berikat untuk jangka waktu tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
Untuk mendapatkan penetapan tempat sebagai Kawasan DaurUlang Berikat dan izin penyelenggara Kawasan DaurUlang Berikat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pihak yang akan menjadi penyelenggara Kawasan DaurUlang Berikat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan suatu kawasan, tempat, atau bangunan yang mempunyai batas-batas yang jelas berikut peta lokasi/tempat dan rencana tata letak/denah yang akan dijadikan Kawasan Daur Ulang Berikat;
  • berlokasi di kawasan industri yang ditunjuk khusus untuk daur ulang;
  • memiliki Surat Izin Tempat Usaha Daur Ulang, Dokumen Lingkungan Hidup, dan izin lainnya yang diperlukan dari instansi teknis terkait;
  • telah melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan; dan
  • mendapat rekomendasi dari menteri yang menangani masalah lingkungan hidup.

Pengusaha Kawasan Daur Ulang Berikat

Pemberian izin pengusaha Kawasan DaurUlang Berikat untuk jangka waktu tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
Untuk mendapatkan izin pengusaha Kawasan DaurUlang Berikat , pihak yang akan menjadi pengusaha harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan suatu tempat atau bangunan yang mempunyai batas-batas yang jelas berikut peta lokasi/tempat dan rencana tata letak/denah;
  • memiliki Dokumen Lingkungan Hidup, surat izin usaha industri daur ulang, dan izin lainnya yang diperlukan dari instansi teknis terkait;
  • telah melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan;
  • mendapat rekomendasi dari menteri yang menangani masalah lingkungan hidup;
  • merupakan importir produsen limbah non bahan berbahaya dan beracun (B3); dan
  • pernyataan tertulis dari pengusaha Kawasan Daur Ulang Berikat yang menyatakan kesediaan untuk mengekspor kembali bahan berupa limbah dalam hal limbah tersebut tidak diolah dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan atau izin pengusaha Kawasan Daur Ulang Berikat dicabut.

Pengusaha di Kawasan Daur Ulang Berikat

Pemberian izin pengusaha di Kawasan DaurUlang Berikat dan penetapan penyelenggara di Kawasan DaurUlang Berikat untuk jangka waktu tertentu ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
Untuk mendapatkan izin pengusaha di Kawasan DaurUlang Berikat dan penetapan penyelenggara di Kawasan DaurUlang Berikat , pihak yang akan menjadi pengusaha di Kawasan DaurUlang Berikat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  • memiliki bukti kepemilikan atau penguasaan suatu kawasan, tempat, atau bangunan yang mempunyai batas-batas yang jelas berikut peta lokasi/tempat dan rencana tata letak/denah yang akan dijadikan Kawasan Daur Ulang Berikat;
  • berlokasi di kawasan industri yang ditunjuk khusus untuk daur ulang;
  • memiliki Surat Izin Tempat Usaha Daur Ulang, Surat Izin Usaha Industri Daur Ulang, Dokumen Lingkungan Hidup, dan izin lainnya yang diperlukan dari instansi teknis terkait;
  • telah melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak terakhir bagi yang sudah wajib menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan;
  • mendapat rekomendasi dari menteri yang menangani masalah lingkungan hidup;
  • memiliki bukti sebagai importir produsen limbah non bahan berbahaya dan beracun (B3); dan
  • pernyataan tertulis dari pengusaha di Kawasan Daur Ulang Berikat merangkap sebagai penyelenggara di Kawasan Daur Ulang Berikat yang menyatakan kesediaan untuk mengekspor kembali bahan berupa limbah dalam hal limbah tersebut tidak diolah dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan atau izin pengusaha di Kawasan Daur Ulang Berikat dicabut.

Ketentuan Khusus

Pengusaha Kawasan DaurUlang Berikat dan pengusaha di Kawasan DaurUlang Berikat harus mengolah bahan baku berupa limbah non bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dimasukkan ke Kawasan DaurUlang Berikat yang dikelolanya dalam waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal pemasukan.
Kriteria bahan baku berupa limbah non bahan berbahaya dan beracun (B3), berupa :

  • limbah padat yang tersortir;
  • bukan limbah bahan berbahaya dan beracun;
  • bukan sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga atau sejenis sampah rumah tangga atau sampah spesifik;
  • tidak berbentuk cair, debu, lumpur, pasta, sludge, dan tidak terkontaminasi limbah bahan berbahaya dan beracun; dan
  • limbah yang telah dipotong, dihancurkan atau diubah dalam bentuk yang ramah lingkungan.

Pengusaha Kawasan DaurUlang Berikat dan pengusaha di Kawasan DaurUlang Berikat wajib melakukan pengendalian pencemaran lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.
Dalam hal kegiatan pengolahan menghasilkan limbah lain maka pengusaha Kawasan DaurUlang Berikat dan pengusaha di Kawasan DaurUlang Berikat wajib mengelola lebih lanjut limbah yang dihasilkannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.

Semoga bermanfaat.
BACA JUGA : Kawasan Berikat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *