Jasa Impor Undername

Jasa Impor Undername Indonesia

Jasa Impor Undername. Impor undername secara umum dapat diartikan kegiatan impor dengan menggunakan nama perusahaan lain yang telah memiliki izin resmi dan terdaftar di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Saya mau impor barang, tetapi tidak tahu bagaimana caranya …. ??? Apakah ada solusinya ?

Kenapa memerlukan jasa impor undername ?

Ada beberapa alasan kenapa menggunakan jasa impor undername, antara lain :

  1. Pemilik barang (indentor) tidak mau repot
    Pada umumnya ini dihadapi oleh pemula yang baru memulai impor. Bisa juga karena volumen impornya kecil atau impornya jarang-jarang. Atau bisa juga karena tidak tahu tentang prosedur kepabeanan.
  2. Pemilik barang (indentor) tidak memiliki perijinan impor
    Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan impor adalah pemenuhan perijinan impor. Seperti harus memiliki akses kepabeanan atau harus memenuhi perijinan larangan pembatasan atau biasa disebut LARTAS.
  3. Peraturan dari Pemerintah
    Untuk barang tertentu tidak bisa diimpor langsung, misalnya bahan peledak, fasilitas MIGAS.

Jasa impor undername adalah solusi bagi anda yang ingin membeli barang dari luar negeri, namun nggak punya perijinan impor yang dipersyaratkan atau Anda nggak mau repot mengurusi pengeluaran barang dari pelabuhan.

Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean

Importir adalah Pengusaha yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya mengimpor Barang Kena Pajak

Cara kerja impor undername :

1. Pemilik barang :

  • mengadakan transaksi jual beli dengan suplier di luar negeri
  • melakukan perjanjian dengan importir untuk melakukan impor barang yang dibeli dari luar negeri
  • memberitahukan kepada suplier di luar negeri tentang status importir yang akan mengimpor barangnya

2. Importir

  • menerima dokumen impor dari suplier atau pemilik barang
  • setelah barangnya datang di pelabuhan, menyiapkan perijinan impor termasuk jika barang terkena lartas
  • menyiapkan dan menyerahkan dokumen pemberitahuan pabean, melakukan pembayaran bea masu dan PDRi
  • menyerahkan pemberitahuan pabean ke kantor pabean
  • mengeluarkan barang dari pelabuhan dan menyerahkan barang kepada pemilik barang

Pemenuhan kewajiban kepabeanan dan perpajakan. Ada 2 pola impor melalui jasa undername, yaitu semua dokumen impor atas nama jasa undername atau dokumen impor mencantumkan nama importir dan pemilik barang (indentor).

1. Semua dokumen impor atas nama importir.

  • Biasa dikenal dengan istilah impor borongan. Ada juga yang menyebut jasa impor door to door. Semua dokumen impor seperti invoice, packinglist, B/L atau AWB atas nama importir, tidak ada nama pemilik barang.
  • Importir bertanggung jawab untuk :
    -. memenuhi persyaratan impor termasuk pemenuhan ijin larang dan pembatasan jika barang terkena LARTAS.
    -. mengajukan pemberitahuan pabean, membayar bea masuk dan Pajak dalam rangka impor (PDRI)
    -. menyerahkan barang kepada pemilik barang sesuai dengan perjanjian
  • Atas pekerjaan yang dilakukan importir akan mendapat “fee” sesuai kesepakatan antara importir dan pemilik barang, dan mencatatnya sebagai pendapatan
  • Importir tidak melakukan pencatatan atas barang yang diimpor karena bukan barang miliknya
  • Atas penyerahan barang dari importir kepada pemilik barang merupakan penyerahan dalam negeri, dan terhutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

2. Semua dokumen impor mencantumkan nama importir dan pemilik barang, dengan mencantumkan “qq”.

  • Biasa disebut dengan impor “indentor”. Invoice mencatumkan “nama importir” qq “nama pemilik barang”.
  • Importir bertanggung jawab untuk :
    -. memenuhi persyaratan impor termasuk pemenuhan ijin larang dan pembatasan jika barang terkena LARTAS.
    -. mengajukan pemberitahuan pabean impor, dan melakukan pembayaran Bea Masuk dan PDRI.
    -. Bea masuk menggunakan NPWP importir, sedangkan PDRI menggunakan NPWP pemilik barang.
  • Importir menyerahkan barang kepada pemilik barang sesuai dengan perjanjian
  • Atas pekerjaan yang dilakukan importir akan mendapat “fee” sesuai kesepakatan antara importir dan pemilik barang, dan mencatatnya sebagai pendapatan
  • Importir tidak melakukan pencatatan atas barang yang diimpor karena bukan barang miliknya
  • Atas penyerahan barang dari importir kepada pemilik barang tidak terhutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Indentor adalah Pengusaha yang dalam lingkungan perusahaan atau pekerjaannya menyuruh Importir mengimpor Barang Kena Pajak untuk dan atas kepentingannya

Impor atas dasar inden adalah suatu kegiatan memasukan barang ke dalam daerah pabean yang dilakukan oleh importir untuk dan atas nama pemesan (Indentor) berdasarkan perjanjian pemasukan barang impor antara importir dengan indentor, yang segala pembiayaan impor antara lain pembukaan L/C, Bea, pajak maupun biaya yang berhubungan dengan impor sepenuhnya menjadi beban indentor dan sebagai balas jasa importir memperoleh komisi (handling fee) dari indentor.

Ruang lingkup pekerjaan jasa impor undername :

  • Melaksanakan pemenuhan tatalaksanan kepabeanan di bidang impor, seperti :
    -. Melakukan pemeriksaan dokumen impor (invoice, packinglist, B/L, AWB) yang dikirim suplier di luar negeri
    -. Memenuhi perijinan impor jika barang impor terkena larangan pembatasan
    -. Membuat dan melakukan submit Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
    -. Membuat e-billing dan melakukan pembayaran Bea Masuk dan PDRI
    -. Melakukan customs clearance
  • Setelah menyelesaiakn proses custom clearance, pihak undername impor akan mengirimkan barang ke gudang pemilik barang (indentor)

Di mana bisa menemukan perusahaan jasa impor undername ?

Untuk mendapatkan perusahaan jasa impor undername, Anda tinggal googling di internet. Ketik jasa impor undername pada mesin pencari, kemudian klik maka akan muncul banyak penawaran jasa impor undername. Tinggal mereview dan memilih yang cocok.

Demikian, semoga bermanfaat.
BACA JUGA : Kursus dan Pelatihan Ahli Kepabeanan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares