Barang Yang Dikuasai Negara

Barang Yang Dikuasai Negara (BDN)

Barang yang dikuasai negara merupakan :

  • barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dalam pemberitahuan pabean, kecuali terhadap barang dimaksud ditetapkan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  • barangg dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai; atau
  • barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di kawasan pabean oleh pemilik yang tidak dikenal.

Baranng yang dikuasai negara berupa :

  • Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dalam pemberitahuan pabean; atau
  • Barang dan/ atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai,

diberitahukan secara tertulis oleh Pejabat Bea dan Cukai kepada importir, eksportir, pemilik, clan/atau kuasanya, dengan menyebutkan alasan.
Pemberitahuan secara tertulis disampaikan paling lama 7 (tujuh) hari sejak barang dinyatakan dikuasai negara.

Barang yang dikuasai negara disimpan di TPP atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP.
Atas pemindahan barang yang dikuasai negara ke TPP atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP, berlaku ketentuan sebagai berikut :

  • pengusaha TPS memberikan penangguhan pembayaran biaya penimbunan barang dikuasai negara di TPS;
  • biaya penimbunan barang yang dikuasai negara di TPS dilunasi oleh :
    a. pemenang lelang, pada saat barang dilelang; atau
    b. importir, eksportir, pemilik barang, atau kuasanya, pada saat barang diselesaikan kewajiban pabeannya.

Pejabat Bea dan Cukai menyampaikan pemberitahuan melalui papan pengumuman paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak disimpan di TPP atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP, dalam hal barang yang dikuasai negara :
a. berasal dari pelaku yang tidak dikenal
b. berupa barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di kawasan pabean oleh pemilik tidak dikenal

Barang yang dikuasai negara yang :

  • busuk, segera dimusnahkan;
  • karena sifatnya :
    a. tidak tahan lama, antara lain cepat menyusut, cepat busuk, seperti buah dan sayur segar;
    b. merusak atau mencemari barang lain, seperti asam sulfat dan belerang;
    c. berbahaya seperti barang yang mudah meleclak; atau
    d. pengurusannya memerlukan biaya tinggi seperti barang harus disimpan dalam ruangan pendingin,

segera dilelang dengan memberitahukan secara tertulis kepacla importir, eksportir, pemilik barang, dan/atau kuasanya. Sepanjang bukan merupakan barang yang dilarang atau dibatasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Terhadap barang yang dikuasai negara berupa barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dalam Pemberitahuan Pabean, berlaku ketentuan sebagai berikut :

  1. dalam hal berdasarkan hasil penelitian ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadi tindak pidana di bidang kepabeanan :
    a. barang diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk disita sebagai barang bukti jika diperlukan sebagai bukti di pengadilan; atau
    b. tetap menjadi barang yang dikuasai negara sampai adanya putusan pengadilan jika tidak diperlukan sebagai bukti di pengadilan;
  2. dalam hal berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadi tindak pidana di bidang kepabeanan. Barang yang dikuasai negara ditetapkan menjadi barang yang menjadi milik negara.

Penetapan sebagai barang yang menjadi milik negara dilakukan apabila tidak terdapat permohonan keberatan secara tertulis dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal surat pemberitahuan atau pengumuman.

Terhadap barang yang dikuasai negara berupa barang dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai. Dan berdasarkan basil penelitian ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadi tindak pidana di bidang kepabeanan dan pelakunya dikenal. Berlaku ketentuan sebagai berikut :

  1. barang diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk disita sebagai barang bukti jika diperlukan sebagai bukti di pengadilan;
  2. jika tidak diperlukan sebagai bukti di pengadilan :
    dapat diselesaikan kewajiban pabeannya oleh importir, eksportir, pemilik barang, atau kuasanya dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak penyimpanan di TPP dengan :
    -. melunasi bea masuk, bea keluar, cukai, dan/ a tau pajak dalam rangka impor yang terutang ;
    -. menyerahkan dokumen atau keterangan yang diperlukan sehubungan dengan larangan atau pembatasan impor atau kspor, jika merupakan barang larangan atau pembatasan ; dan
    -. menyerahkan sejumlah uang yang besarannya ditetapkan oleh Menteri sebagai ganti barang yang besarnya tidak melebihi harga barang, atau
  3. tetap menjadi barang yang dikuasai negara sampai dengan adanya putusan pengadilan, apabila tidak diselesaikan kewajiban pabeannya dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak penyimpanan di TPP atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP.

Terhadap barang yang dikuasai negara berupa barang dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai merupakan pelanggaran administrasi. Dapat diselesaikan kewajiban pabeannya oleh importir, eksportir, pemilik barang, atau kuasanya, dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak penyimpanan di TPP atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP, dengan :

  • dilunasi bea masuk, bea keluar, cukai, sanksi administrasi berupa denda, dan/ atau pajak dalam rangka impor yang terutang; clan
  • menyerahkan dokumen atau keterangan yang diperlukan, dalam hal merupakan barang larangan atau pembatasan impor atau ekspor.

Barang yang dikuasai negara berupa barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di Kawasan Pabean. Dapat diselesaikan kewajiban pabeannya oleh pemiliknya dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak disimpan di TPP atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP, dalam hal:

  • pemilik dapat membuktikan kepemilikan atas barang;
  • berdasarkan hasil penelitian Pejabat Bea dan Cukai tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran di bidang kepabeanan; dan
  • telah dilunasi bea masuk, bea keluar, cukai, dan/atau PDRI yang terutang, dan telah diserahkan dokumen atau keterangan yang diperlukan. Dalam hal merupakan barang larangan atau pembatasan impor atau ekspor.

Barang yang dikuasai negara dinyatakan menjadi barang yang menjadi milik negara, dalam hal :

  1. barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dalam pemberitahuan pabean yang tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup terjadi tindak pidana di bidang kepabeanan;
  2. barangg dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai,berasal dari tindak pidana kepabeanan yang pelakunya tidak dikenal ;
  3. barang dan/atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai yang merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diselesaikan kewajiban pabeannya atau dalam hal barang impor sementara tidak dilakukan realisasi ekspor kembali atau penyelesaian selain diekspor kembali dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari. Sejak penyimpanan di TPP atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP; atau
  4. barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di kawasan pabean oleh pemilik yang tidak dikenal yang tidak diselesaikan kewajiban pabeannya dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari.

Status sebagai barang yang dikuasai negara dibatalkan, apabila:

  • tidak dapat dibuktikan bahwa telah terjadi kesalahan atau pelanggaran berdasarkan hasil penelitian Pejabat Bea dan Cukai;
  • barang dan/ atau sarana pengangkut yang ditegah oleh Pejabat Bea dan Cukai telah diselesaikan kewajiban pabeannya;
  • barang dan/ atau sarana pengangkut yang ditegah yang merupakan barang impor sementara telah diekspor kembali atau telah diselesaikan dengan penyelesaian selain dengan diekspor kembali dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari; atau
  • barang dan/atau sarana pengangkut yang ditinggalkan di kawasan pabean telah diselesaikan kewajiban pabeannya oleh pemiliknya dalam jangka waktu 30 (tiga puluh).

Semoga bermanfaat.
BACA JUGA : Tempat Penimbunan Sementara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares